Ratusan Ribu Keluarga di Wonosobo Masih BAB Sembarangan
Sosial

Ratusan Ribu Keluarga di Wonosobo Masih BAB Sembarangan

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Buang air besar sembarangan (BABS) masih menjadi perilaku sebagian besar warga Wonosobo. Tercatat sebanyak 106.837 KK yang masih berperilaku tak sehat seperti itu. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pihak.

Kepala Dinas Kesehatan, Junaidi mengatakan, Kabupaten Wonosobo termasuk salah satu kabupaten yang angka kemiskinannya tinggi, dimana salah satu indikator penilaiannya adalah jamban sehat. Dari 35 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Wonosobo berada di posisi ke-35 untuk akses jamban sehatnya.

"Sampai tanggal 30 Agustus 2018, sekitar 56,42 persen atau masih terdapat 106.837 KK yang berperilaku buang air besar sembarangan," katanya pada saat acara Advokasi Percepatan Open Defecation Free (ODF) di Ruang Mangunkoesoemo Setda, Selasa (04/09/2018).

Ia mengatakan, ratusan ribu KK yang masih berperilaku tidak sehat tersebut tersebar hampir seluruh kecamatan di Wonosobo. Oleh karena itu, lanjutnya, Kabupaten Wonosobo berkomitmen pada tahun 2019, menjadi Kabupaten ODF atau kabupaten stop buang air besar sembarangan. 

Sementara itu, Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagyo mengingatkan kepada para Camat tentang pakta itegritas terkait percepatan Open Defecation Free (ODF) untuk Wonosobo Stop BABS pada tahun 2019.

"Saya ingatkan para Camat harus siap untuk mewujudkan Kabupaten Wonosobo stop BABS pada tahun 2019, karena sudah ada pakta integritas," katanya.

Untuk memperkuat budaya perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penyakit berbasis lingkungan di Wonosobo, kata Wabup, harus menggunakan pendekatan Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM). STBM tersebut terdiri dari Stop Buang air besar Sembarangan (SBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM- RT), Pengamanan Sampah Rumah Tangga, dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.