Geram Jalan Rusak, Puluhan Sopir Angkutan Perbaiki Secara Swadaya
Peristiwa

Geram Jalan Rusak, Puluhan Sopir Angkutan Perbaiki Secara Swadaya

Sukoharjo,(wonosobo.sorot.co)--Kecewa dengan jalan yang tak kunjung diperbaiki pemerintah, puluhan pengemudi angkutan yang tergabung dalam Persatuan Pengemudi Angkutan Umum Wonokerto-Tlogo Plintaran bergotong royong memperbaiki jalan penghubung antardesa di Kecamatan Sukoharjo secara swadaya.

"Sudah hampir 2 tahun jalan penghubung antar desa ini mengalami kerusakan cukup parah sepanjang sekitar 350 meter. Perbaikan jalan terpaksa dilakukan sendiri secara swadaya, karena para pengemudi tersebut merasa kecewa, karena jalan yang rusak belum juga diperbaiki oleh pemerintah," kata salah satu pengemudi, Bawon, Senin (03/09/2018).

Kerusakan yang terjadi pada jalan yang biasa dilewati para pengemudi angkutan umum untuk mencari nafkah tersebut, menurut Bawon berupa lubang-lubang dan mengelupasnya aspal serta gelombang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Potensi bahaya tersebut, karena sejumlah lubang memiliki kedalaman mencapai 10 cm sehingga sudah berulangkali menyebabkan mobil mengalami kerusakan pada bagian kaki-kaki. 

Tak hanya para pengemudi angkutan yang disebut Bawon mengeluhkan kondisi jalan kabupaten pengubung antardesa, melainkan masyarakat secara umum, yang biasa menggunakan sarana transportasi melalui jalan rusak, juga berharap pemerintah segera turun untuk memperbaiki kerusakan jalan di wilayah mereka.

"Sementara ini kami masih bisa berupaya secara swadaya bersama warga masyarakat desa, tapi memang kemampuan baru sebatas 200 meter dari 350 meter jalan yang mengalami kerusakan," bebernya.

Dana yang terkumpul dari iuran pengemudi serta sumbangan warga dan pengendara yang melintas, diakui Bawon memang hanya cukup untuk perbaikan 200 meter saja, sementara sisa 150 meter masih dalam kondisi memprihatinkan.

Perbaikan jalan yang dipercepat itu, menurut Ucok salah satu warga desa setempat juga mempertimbangkan akan tibanya musim penghujan.

"Jika kerusakan ini dibiarkan, maka dapat dipastikan  ketika musim hujan tiba jalan akan semakin rusak dan akan lebih parah tingkat kerusakannya," terang Ucok.

Sebagai warga yang hampir setiap hari hilir mudik melalui jalan itu, ia mengaku senang dan mendukung penuh adanya inisatif untuk perbaikan jalan secara swadaya. Namun demikian, ke depan Ucok juga berharap pemerintah daerah segera mengambil alih perbaikan jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga masyarakat tersebut, secara penuh.