Setiap Tahunnya, Ratusan Kasus Kekerasan Pada Perempuan dan Anak Terjadi
Sosial

Setiap Tahunnya, Ratusan Kasus Kekerasan Pada Perempuan dan Anak Terjadi

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Kekerasan dalam rumah tangga sampai saat ini masih menjadi masalah serius dan sering terjadi di masyarakat, tidak terkecuali di Kabupaten Wonosobo. Akibat dari tindakan yang tidak bermoral tersebut mayoritas yang menjadi korban adalah perempuan dan anak-anak.

Hal tersebut dipaparkan oleh Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPKBPPPA) Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno Sulistyowati dalam workshop bagi pengurus basis komunitas (Baskom), Kamis (30/08/2018). Acara yang digelar di Ruang Mangoenkosoemo Setda Wonosobo tersebut, Dinas PPKBPPPA Wonosobo bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB Propinsi Jawa Tengah.

Lanjut, Dyah, di Wonosobo sendiri, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak berdasarkan data kasus kekerasan yang dilaporkan pada Sekretariat Pusat Pelayanan Terpadu Berbasis Gender dan Anak di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2016 sejumlah 161 kasus, yakni 90 kasus menimpa perempuan dan 71 kasus menimpa anak-anak. Sementara pada tahun 2017 sejumlah 140 kasus, 73 kasus menimpa perempuan dan 63 kasus menimpa anak-anak.

"Pada tahun 2018 ini, sampai akhir bulan Agustus ada 51 kasus, 13 kasus menimpa perempuan dan 38 kasus menimpa anak," bebernya.

Kegiatan workshop tersebut, menurutnya untuk memperoleh informasi langsung pengalaman peserta dalam menangani dan mendampingi korban kekerasan berbasis gender dan anak di Kabupaten Wonosobo. Selain itu sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman bagi pengurus Baskom dalam penanganan kasus kekerasan bagi perempuan dan anak. 

"Membantu Baskom dalam menyelesaikan kasus korban kekerasan bagi perempuan dan anak di masyarakat. Ini juga termasuk dalam rangka menurunkan angka perceraian dan meminimalkan angka perkawinan usia anak di Kabupaten Wonosobo," ucap Dyah.

Keberadaan Basis Komunitas (BASKOM), kata Dyah sudah dimulai pada tahun 2010, yang diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo, yang mana Baskom dibentuk sebagai wadah pelayanan yang menangani permasalahan KDRT. Saat ini, lanjutnya Baskom sudah terbentuk di seluruh desa di Wonosobo.

"Kegiatan Baskom meliputi sosialisasi hukum KDRT, memberikan dorongan semangat dan pendampingan kepada korban, pemanggilan pelaku, mengunjungi korban guna kroscek kejadian, penyediaan shelter dan pemetaan potensi KDRT dalam keluarga," jelasnya.

Selain Baskom di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga membentuk satu wadah yang bernama Pusat Pelayanan Terpadu (PPT), yang mana wadah ini memberikan pelayanan pendampingan dan penyelesaian masalah terhadap korban kekerasan.