Bersama Komisi A DPRD Wonosobo, Pemkab Tinjau Langsung Pengisian Perangkat Desa
Pemerintahan

Bersama Komisi A DPRD Wonosobo, Pemkab Tinjau Langsung Pengisian Perangkat Desa

Wonosono, (wonosobo.sorot.co)--Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Wonosobo, Eko Sutrisno Wibowo dan Kabag Pemerintahan Setda Wonosobo, Tono Prihatono bersama Ketua Komisi A DPRD Wonosobo, Suwondo Yudhistiro beserta anggota Komisi A DPRD Wonosobo, Yasin Yusuf memantau pelaksanaan tes pengisian perangkat desa di 4 kecamatan, Selasa (28/08/2018).

Kabag Pemerintahan Setda, Tono Prihatono mengungkapkan, pelaksanaan pengisian perangkat desa tahun 2018 kali ini, berdasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 6 tahun 2016 mengenai Pencalonan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Perangkat Desa, serta Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 13 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo nomor 4 tahun 2018 tentang Pencalonan, Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

"Tahun ini, tes pengisian perangkat desa berbeda dengan tahun sebelumnya. Diantaranya dalam hal teknis pembuatan soal, jika sebelumnya dibuat di kabupaten dan dilaksanakan serentak, tahun ini diserahkan masing-masing pihak desa," jelas Tono.

Adapun Pemerintah Kecamatan, menurutnya, hanya menjadi pembina dan pengawas pelaksanaan tes perangkat desa. Pemerintah Kecamatan, lanjutnya, bisa membantu dalam pembuatan soal dan pelaksanaan tes, jika pihak Pemerintah Desa tidak mampu melaksanakannya. 

"Terkait nilai yang menjadi ambang batas kelulusan tes, jika tahun sebelumnya untuk Sekretaris Desa nilai ambang batasnya 65 dan nilai Perangkat Desa 60, tahun ini nilai tertinggi dari tiap peserta tes yang menjadi patokan lulus tidaknya peserta tes. Untuk soal sendiri, tahun ini tidak ada soal Bahasa Inggris, namun ada tambahan soal pengetahuan lokal," bebernya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Wonosobo, Eko Sutrisno Wibowo berharap pelaksanaan tes kali ini bisa berjalan dengan baik, sehingga kekosongan perangkat desa bisa segera terisi. Dengan terisinya perangkat desa maka akan berimbas pada pelayanan kepada masyarakat di desa bisa berjalan dengan baik.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Wonosobo, Suwondo Yudhistiro. Ia juga berharap agar pelaksanaan tes pengisian perangkat desa tahun ini, bisa berjalan transparan dan jujur, sehingga menghasilkan perangkat desa yang berkulitas, serta mampu memberikan pelayanan publik yang terbaik kepada masyarakat.

Sementara dari data yang ada, untuk pelaksanaan tes di 4 kecamatan, di Kecamatan Mojotengah pembuatan soal dilakukan oleh pihak Pemerintah Kecamatan dan dilaksanakan secara serentak di Aula UNSIQ oleh pihak Kecamatan. Di Kecamatan Mojotengah ini, ada 23 formasi pengisian perangkat desa untuk 11 desa, yakni 5 Sekretaris Desa, 5 Kepala Urusan, 3 Kepala Seksi, serta 10 Kepala Dusun.

Untuk di Kecamatan Selomerto, seluruh soal dikerjakan oleh pihak Pemerintah Desa. ada 31 formasi pengisian perangkat desa di Kecamatan Selomerto dengan jumlah peserta tes sebanyak 155 orang yang terdiri dari 100 orang pria dan 55 orang perempuan.

Sementara di Kecamatan Leksono, ada 20 formasi pengisian perangkat desa untuk 9 desa, yakni 4 Sekretaris Desa, 9 Kepala Urusan, 5 Kepala Seksi, serta 2 Kepala Dusun. Dan yang terakhir di Kecamatan Kalikajar, ada 30 formasi pengisian perangkat desa untuk 15 desa, yakni 7 Sekretaris Desa, 5 Kepala Urusan, 6 Kepala Seksi, serta 12 Kepala Dusun.

Di Kecamatan Kalikajar ini, untuk posisi Sekretaris Desa di Desa Karangduwur dan Desa Tegalombo diisi melalui promosi, adapun di Desa Lamuk, untuk posisi Kadus Ketosobo diisi oleh rotasi yang berasal dari Kasi Pemerintahan, sehingga posisi Kasi Pemerintahan di desa ini lowong dan harus diisi melalui mekanisme pengisian tes perangkat desa.