Tolak Penutupan Karaoke, Pemandu Lagu Demo Pemerintah
Peristiwa

Tolak Penutupan Karaoke, Pemandu Lagu Demo Pemerintah

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Ratusan pemandu lagu dan karyawan hiburan malam mendatangi Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Rabu (08/08/2018). Mereka melakukan unjuk rasa menolak penutupan tempat hiburan malam karaoke.

Sambil membawa poster bertuliskan penolakan penutupan karaoke, para pemandu lagu dan karyawan hiburan malam berteriak menolak penutupan karaoke. Para pemandu karaoke itu banyak memilih menutup wajah mereka dengan masker dalam aksi tersebut.

Ketua Asosiasi Pengusaha Karaoke (Aspara) Wonosobo, Tia Viandari mengatakan, pihaknya meminta kepada Pemkab Wonosobo untuk tetap membuka tempat karaoke. Selain itu, pihaknya menilai pembuatan perda karaoke tidak melibatkan dengan para pengusaha.

"Dalam membuat perda seharusnya bisa melibatkan para pengusaha hiburan malam, sehingga tidak merugikan para pengusaha," katanya.

Ia menambahkan, para pengusaha karaoke meminta solusi kepada Pemkab Wonosobo terkait penutupan tempat hiburan malam. Menurutnya selama ini para pengusaha karaoke yang tergabung dalam Aspara selalu proaktif dalam mengurus perizinanan. 

"Kami siap mengikuti aturan yang berlaku, hanya saja saya meminta agar karaoke tetap bisa dibuka. Para pemandu lagu dan karyawan lain juga butuh makan dan untuk kebutuhan sehari-hari," tuturnya.

Menurutnya, jika tempat karaoke benar-benar ditutup, akan banyak warga yang terkena dampak secara tidak langsung. Misalnya, pedagang kaki lima yang biasa berjualan di dekat tempat karaoke, pemilik kos, pemilik usaha cuci pakaian, ojek dan pihak lainnya.

"Sebenarnya bukan hanya para pemandu lagu dan karyawan saja yang mau ikut aksi ini, para tukang ojek dan pedagang yang merasa dirugikan juga mau ikut. Namun tidak jadi supaya kondusif karena saya menghormati pihak Dinas Pariwisata," tandasnya.