Populerkan Gulat, Turnamen se-Jateng Digelar
Olahraga

Populerkan Gulat, Turnamen se-Jateng Digelar

Wonosobo, (wonosobo.sorot.co)--Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhiyaksa ke-58 tahun, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menggelar turnamen Gulat Yunior Kajati Cup 2018 di Gedung Sasana Adipura Kencana, Sabtu (28/07/2018). Selain itu, turnamen tersebut digelar untuk mempopulerkan gulat di kalangan masyarakat umum.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Sadiman mengungkapkan, kejuaraan daerah (kejurda) ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Bhakti Adhiyaksa ke-58. Selain itu turnamen yang diikuti ratusan pegulat dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah ini untuk mengenalkan cabang olahraga gulat yang belum terlalu populer di kalangan masyarakat umum.

"Turnamen ini merupakan bentuk perhatian dan upaya kami mengenalkan olahraga gulat sebagai cabang olahraga bela diri yang aman," tutur Kajati Jateng.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jateng, Andreas Budi Wirohardjob mengatakan, Kejurda gulat tahun 2018 ini diikuti 240 pegulat muda dari 15 kabupaten/kota se-Jateng. Mereka mempertandingkan 28 kelas terbagi dalam tiga kategori yaitu 10 kelas gaya bebas putra dan 10 kelas gaya bebas putri. 

"Yang terakhir yaitu 8 kelas gaya greco roman putra. Peserta gaya greco roman lebih sedikit karena mempunyai tingkat kesulitan yang lebih dari pada gaya lainnya," bebernya.

Ia menambahkan, gaya greco roman sedikit berbeda dengan gaya bebas, pasalnya peserta hanya diperbolehkan menggunakan lengan dan tubuh bagian atas untuk saling bergulat. Dalam gaya greco roman, menurutnya, peserta tidak diperbolehkan menggunakan lengan dan kaki untuk melakukan kontak dengan lawan.

"Apabila ada atlet yang melanggarnya pada saat bertanding akan mendapat peringatan. Namun jika melanggar hingga dua kali, maka peserta akan didiskualifikasi," ujar Andreas.

Lebih lanjut, pada tanggal 15-16 September 2018, pihaknya bakal menggelar kompetisi gulat senior yang memperebutkan piala gubernur di Kabupaten Sukoharjo. Selama ini, menurutnya pembinaan para atlet sepenuhnya diserahkan kepada Pengurus Cabang (Pengcab) di masing-masing daerah, pasalnya pengurus PGSI provinsi hanya bertugas membuat kompetisi dan memberikan pelatihan kepada wasit serta pelatih untuk melahirkan atlet-atlet berbakat.

"Pada bulan April kemarin kami berhasil membawa pulang satu medali emas dan dua medali perak dalam turnamen Thailand Yunior Championship. Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan pengcab dan para pelatih pegulat di seluruh Jawa tengah agar terus meningkatkan latihan, agar bisa mengukir prestasi nasional bahkan juga internasional," tandasnya.