Fenomena Embun Es di Musim Kemarau Jadi Magnet Wisatawan
Wisata

Fenomena Embun Es di Musim Kemarau Jadi Magnet Wisatawan

Wonosobo, (wonosobo.sorot.co)--Suhu udara di Kabupaten Wonosobo sejak beberapa pekan terakhir sangat dingin. Bahkan di Dataran Tinggi Dieng pada saat dinihari suhu udara bisa mencapai 0 derajat celcius. Akibatnya menyebabkan munculnya fenomena embun es atau bun upas yang menempel pada rumput dan tanaman pertanian. Fenomena tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk mengunjungi Dataran Tinggi Dieng.

"Banyak wisatawan lokal maupun luar kota yang datang mengunjungi Dieng pada saat musim kemarau. Selain pemandangan matahari terbit di Puncak Sikunir sangat bagus pada saat musim kemarau. Para wisatawan biasanya penasaran dengan embun es yang viral di berbagai media sosial," kata Makmun, salah satu warga Desa Sembungan, Kejajar, Kamis (26/07/2018).

Menurutnya, fenomena embun es tersebut biasa terjadi pada puncak musim kemarau sekitar Juli-Agustus. Udara yang sangat dingin mengakibatkan embun membeku seperti butiran es berukuran kecil sehingga menyerupai hamparan salju yang menutupi tanaman. 

"Biasanya kalau siang hari terasa sangat panas, malam harinya akan terasa sangat dingin hingga suhu 0 derajat Celcius sehingga muncul embun es pada pagi hari," katanya.

Dalam beberapa pekan terakhir, embun upas paling tebal terjadi pada hari Jumat tanggal 6 Juli 2018. Setelah itu walaupun tidak tebal, embun es kembali muncul setiap pagi hari selama dua hari terakhir sejak kemarin Rabu (25/07/2018). Embun es yang mulai muncul pada dinihari akan meleleh sekitar pukul 08.00 WIB setelah terkena sinar matahari.

"Saat terjadi embus es, jumlah wisatawan justru mengalami peningkatan. Mungkin para wisatawan penasaran dan ingin melihat dan merasakan langsung berada di tengah-tengah munculnya embus es," ucapnya.

Meskipun menjadi daya tarik bagi wisatawan, fenomena embun es yang muncul pada puncak musim kemarau ini merupakan musuh besarbagi para petani di Dataran Tinggi Dieng. Pasalnya kemunculan embun es dapat merusak tanaman kentang.