Tanaman Mati Terkena Embun Es, Petani Merugi Puluhan Juta
Peristiwa

Tanaman Mati Terkena Embun Es, Petani Merugi Puluhan Juta

Kejajar, (wonosobo.sorot.co)--Membekunya embun di kawasan dataran tinggi Dieng atau sering diistilahkan dengan bun upas karena suhu dingin yang ekstrim kembali terjadi pada Kamis (26/07/2018) pagi. Selain membuat pemandangan yang indah bagai di Eropa, fenomena embun upas tersebut merugikan para petani karena merusak tanaman.

Salah satu petani asal Dieng, Muslimin (46) mengatakan, Embun upas mengakibatkan tanaman kentang menjadi layu dan mati. Kerugian yang dideritanya akibat matinya tanaman kentang di kawasan dataran tertinggi di pulau Jawa itu pun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

"Saya sendiri jelas rugi tak kurang dari 25 juta karena lahan yang saya tanami kentang mencapai lebih dari 3/4 hektar di tiga lokasi," katanya.

Petani asal Dieng lainnya, Sugiyono (52) juga mengalami kerugian akibat embun upas yang terjadi karena suhu di kawasan Dieng pada dinihari sempat mencapai 0 derajat celcius. Para petani sebenarnya sudah paham dengan kondisi tersebut, namun setiap terjadi tetap merugi karena banyak tanaman yang layu. 

"Saya tidak terlalu banyak mengalami kerugian, karena sebelumnya sudah menyadari potensi bahaya apabila menanam kentang di bulan Juli-Agustus. Berdasarkan pengalaman saja, sehingga untuk melalui Bulan Juli-Agustus memilih banyak menanam tanaman lain seperti kobis, daun bawang dan wortel," bebernya.

Tanaman tersebut, menurut Sugiyono lebih tahan terhadap munculnya bun upas sehingga dampak kerugian yang ditimbulkan pun tidak terlalu besar. Selain itu, harga komoditas kentang di bulan-bulan pertengahan tahun tidak terlalu tinggi yaitu di kisaran 6.000 sampai 8.000/kg, tergantung jenis dan kualitasnya.

"Embun upas memang setiap tahun terjadi. Para petani seharusnya dapat mengambil pengalaman, agar di tahun-tahun mendatang bisa meminimalisir kerugian dampak embun es," pungkasnya.