Berkas Kasus Penerbangan Balon Udara Tanpa Awak Dilimpahkan ke PPNS Bandara Juanda
Hukum & Kriminal

Berkas Kasus Penerbangan Balon Udara Tanpa Awak Dilimpahkan ke PPNS Bandara Juanda

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Polres Wonosobo secara resmi menyerahkan berkas kasus 9 pelaku penerbangan balon udara tanpa awak kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) otoritas Bandara Juanda Surabaya di Kantor Satreskrim Polres Wonosobo, Selasa (19/06/2018).

Penyerahan berkas dilakukan langsung oleh Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Heriyanto kepada Koordinator PPNS Otoritas Bandara Juanda, Hasanudin setelah pihak Polres Wonosobo melengkapi berkas penyidikan perkara penerbangan balon udara tanpa awak sejak tanggal 16 Juni 2018.

Kasatreskrim Polres Wonosobo, AKP Heriyanto mengungkapkan, berkas yang diserahkan kepada PPNS otoritas Bandara Juanda Surabaya adalah berita acara pemeriksaan sembilan pelaku penerbangan balon udara tanpa awak.

"Kami serahkan seluruh BAP kepada PPNS Otoritas Bandara Juanda, berikut sebagian barang bukti. Namun untuk pelaku, karena sebagian besar merupakan anak dibawah umur, tidak ikut serta dibawa, melainkan hanya tetap wajib lapor di Polres Wonosobo," kata AKP Heriyanto.

Penyerahan berkas sendiri, lanjutnya, dilakukan sebagai langkah tindak lanjut penanganan kasus penerbangan balon udara liar karena undang-undang yang disangkakan kepada para pelaku adalah tentang penerbangan sehingga lebih baik jika langsung diserahkan kepada PPNS bidang penerbangan. 

Sementara itu, Koordinator PPNS Otoritas Bandara Juanda, Hasanudin mengucapkan terima kasih atas pelimpahan perkara tersebut ke kantornya. Walaupun berkas sudah dibawa, namun pihaknya meminta untuk para pelaku agar tetap wajib lapor. Bila ada yang tidak lapor, berarti akan kami nilai tidak kooperatif terhadap proses ini.

"Semoga ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat, bahwa menerbangkan balon udara tanpa awak secara liar adalah sangat membahayakan," paparnya.

Ia menambahkan, jika balon yang terbang menutup kaca depan pilot, maka tentunya tidak semudah disingkirkan seperti saat naik mobil. Jika balon masuk mesin bisa terbakar, ataupun jika tersangkut di ekor pesawat bisa merusak fungsi navigasinya sehingga pesawat tidak bisa belok, naik maupun turun.

Menanggapi hal tersebut, orang tua NA, Iryanto, mengucapkan permintaan maaf dan menyesalkan perbuatan anaknya menerbangkan balon tanpa awak.

"Saya mewakili anak-anak dan orang tua lain menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatan anak kami yang bisa membahayakan keselamatan banyak orang," tuturnya.