Waspada Penularan Penyakit Malaria yang Terbawa Pemudik
Peristiwa

Waspada Penularan Penyakit Malaria yang Terbawa Pemudik

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Masyarakat Wonosobo diminta waspada terhadap penyebaran beberapa virus penyakit menular yang berpotensi dibawa oleh pemudik. Terutama pemudik yang berasal dari Papua, pasalnya pemudik tersebut rawan menularkan penyakit malaria di Wonosobo.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonosobo, Junaedi mengungkapkan, sejak awal tahun 2018 total kasus malaria impor sudah terdeteksi sebanyak 20 kejadian yang tersebar di beberapa kecamatan di Wonosobo. Ia menyebutkan ada 7 kasus di Kecamatan Kalibawang, 6 kasus di Mojotengah, 3 kasus di Sapuran dan masing masing satu kasus di Kecamatan Wonosobo, Kertek, Leksono dan Kepil.

"Orang yang terkena malaria tersebut sudah digigit nyamuk Anopheles sebelum pulang ke Wonosobo. Para perantau yang terkena malaria tersebut, diantaranya 18 orang merantau dari Papua dan 2 dari Kalimantan," bebernya, Selasa (19/06/2018).

Ia meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit malaria, terutama kepada pemudik dari Papua yang mengalami demam tinggi. Kondisi demam dikatakannya merupakan salah satu gejala penyakit akibat gigitan nyamuk Anopheles. 

"Kepada pemudik dan masyarakat yang mengalami gejala penyakit malaria untuk segera memeriksakan ke puskesmas terdekat. Karena memang belum lama ini sudah ditemukan perantau asal Papua terkena malaria," jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menghimbau kepada masyarakat Wonosobo, agar memberi tahu warga yang pulang merantau untuk segera melakukan pemeriksaan di puskesmas terdekat. Atau bisa juga memberitahukan kepada petugas puskesmas terdekat apabila ada warga yang pulang merantau, terutama perantau dari luar Jawa yang mengalami demam tinggi.

"Silahkan bagi para perantau dari luar Jawa bisa segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas terdekat, sehingga deteksi awal bisa cepat berjalan. Kami memberikan pelayanan meski libur panjang Lebaran. Puskesmas buka selama libur Lebaran dan menempatkan petugas piket untuk melayani warga," tandasnya.