Bikin Kapok Pengunjung, Pedagang Nakal ‘Nuthuk’ Harga Sembarangan
Wisata

Bikin Kapok Pengunjung, Pedagang Nakal ‘Nuthuk’ Harga Sembarangan

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Momen libur Lebaran banyak dimanfaatkan para warga untuk berlibur ke berbagai tempat wisata. Banyaknya para wisatawan yang datang kadang dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mendapat keuntungan lebih, namun dilakukan dengan cara tidak baik dan bisa memperburuk citra pariwisata Wonosobo.

Kadang masih ditemukan adanya pedagang yang menjual makanan, minuman maupun barang yang sengaja meminta wisatawan membayar dengan harga mahal dengan memanfaatkan banyaknya wisatawan yang berkunjung pada saat momen libur panjang.

Perilaku yang biasa disebut nuthuk tersebut tentunya akan meresahkan wisatawan dan bahkan nantinya akan membuat mereka berpikir ulang untuk kembali berwisata di Wonosobo. Menjadi lebih berbahaya lagi apabila pengalaman jelek tersebut diceritakan kepada kalangan lainnya baik secara mulut ke mulut maupun melalui dunia maya.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Asmoro mengakui bahwa praktik nuthuk (tembak) semacam ini memang kadang masih ditemukan. Pihaknya sudah pernah mendengar ada pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar dengan memanfaatkan banyaknya wisatawan yang datang.

"Memang masih ada tindakan semacam itu, pihaknya berharap kepada para pedagang untuk tidak lagi melakukannya lantaran itu justru akan merugikan para pedagang sendiri jika pariwisata menjadi sepi," ujarnya, Senin (18/06/2018).

Terkait langkah tegas yang bisa diambil pemerintah terkait perilaku buruk semacam itu, Asmoro mengakui hingga saat ini memang belum ada aturan untuk menindak pedagang nakal. Yang bisa dilakukan saat ini adalah melibatkan masyarakat setempat dalam hal ini Pokdarwis yang ada untuk turut serta melakukan pengawasan. 

"Pokdarwis tugasnya tidak hanya menjaga keamanan dan melayani wisatawan, akan tetapi juga memberikan sosialisasi kepada para pedagang agar tidak melakukan perbuatan yang merugikan wisatawan. Sekali lagi ini demi kepentingan mereka sebenarnya," lanjut dia.

Menjelang Lebaran ini, sosialisasi mengenai pentingnya memberikan pelayanan prima kepada wisatawan terus digencarkan. Ia memperkirakan, dengan melonjaknya wisatawan selama libur Lebaran, praktik-praktik nakal semacam ini kemungkinan bisa saja terjadi.

"Kita menghimbau wisatawan yang datang untuk tidak segan-segan menanyakan terlebih dahulu harga makanan, minuman maupun barang sebelum membelinya, agar terhindar dari para pedagang yang nakal," tutupnya.