Musim Tanam April Sampai September, Pemerintah Targetkan Ribuan Ton Padi
Ekonomi

Musim Tanam April Sampai September, Pemerintah Targetkan Ribuan Ton Padi

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 91.190 ton pada musim tanam April hingga September (A-Sep). Meski bertepatan dengan musim kemarau, namun dinilai tidak akan begitu berpengaruh pada produksi padi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispaperkan Kabupaten Wonosobo, Tri Wahyu Utomo mengungkapkan, pada musim tanam padi bulan April hingga September (A-Sep) tahun 2018 ini petani sudah mulai beraktifias melakukan penanaman padi sejak awal bulan April. Diharapkan pada bulan September mendatang para petani telah bisa menikmati hasilnya.

"Kami menargetkan musim tanam April hingga September 2018 sebanyak 91.190 ton gabah kering giling (GKG)," katanya, Minggu (03/06/2018).

Target panen sebanyak 91.190 GKG tersebut, menurutnya dilihat dari target luas tanam padi pada musim tanam April hingga September (A-Sep) yang mencapai 16.580 hektare. Pasalnya target produktifitas lahan di Wonosobo sekitar 5,5 ton per hektare gabah kering giling (GKG). 

"Kami optimis target tersebut bisa dicapai walaupun musim tanam kali ini bertepatan dengan musim kemarau," ujarnya.

Lebih lanjut, musim tanam yang bertepatan dengan musim kemarau tidak akan mempengaruhi produksi padi, pasalnya areal persawahan di Wonosobo kebanyakan tidak akan mengalami kekeringan karena mengandung mata air atau berada di lahan rawa. Hanya beberapa persen areal persawahan saja yang terancam kekeringan karena berada di dataran rendah.

"Areal persawahan di Wonosobo pada umumnya merupakan lahan rawa dan berada di dataran tinggi yang terdapat mata airnya. Yang terancam mengalami kekeringan biasanya di persawahan yang berada di dataran rendah, seperti sekitar 50 persen areal persawahan di Kecamatan Kaliwiro dan Wadaslintang serta sedikit areal persawahan di Kecamatan Sapuran, Kalibawang dan Kepil," paparnya.

Langkah yang bisa diterapkan untuk menghindari kekeringan yakni dengan pengoptimalan alat pompa air. Menurutnya, pihaknya sudah menyalurkan beberapa kali bantuan alat dan mesin pertanian (alsinta) yang salah satunya berupa pompa air, sehingga bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan air tanaman padi.

"Pada musim kemarau sebaiknya menanam padi varietas lokal seperti padi galuh yang lebih tahan terhadap kekeringan," pungkasnya.