Kakek Penderita Rabun Rawat Tiga Anak yang Bergangguan Mental Sendirian
Sosial

Kakek Penderita Rabun Rawat Tiga Anak yang Bergangguan Mental Sendirian

Kalikajar,(wonosobo.sorot.co)--Sejak tiga bulan yang lalu, penderitaan Suyitno bertambah. Pria berusia 59 tahun yang tinggal di Dusun Ngadisari RT 02/04, Kelurahan Kalikajar, Kecamatan Kalikajar itu harus mengalami musibah kehilangan istri tercintanya Urip Satirah dengan cara mengenaskan, terpapar kebakaran akibat kompor meledak.

Tak hanya itu saja, ia juga kini harus merawat ketiga anak perempuannya sendirian yang menderita gangguan mental, dalam kondisi penglihatan tak sempurna alias rabun. Meninggalnya sang istri ternyata juga membuat anak kedua Suyitno, Septi Dwi Riyani mengalami trauma mendalam, hingga sampai saat ini ia memilih mengurung diri di rumah dan sering berteriak histeris tanpa sebab yang jelas.

Menghadapi cobaan berat itu Suyitno mengaku hanya bisa pasrah, sembari berharap orang-orang di sekitarnya menaruh iba dan perhatian atas keluarganya.

"Sudah menjadi garis hidup saya harus menjalani semua ini dengan sabar dan ikhas," kata Suyitno ketika ditemui penggiat sosial Agus Purnomo yang datang bersama koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Wonosobo, Tri Purwanto dan TKSK Kalikajar, Minggu (06/05/2018).

Dirinya juga menceritakan, bukannya ia hanya sekedar berpangku tangan tanpa bekerja, karena meski hanya sepetak, istrinya meninggalkan tanah yang kini ia kelola sendiri. Namun hasil dari sepetak tanah itu tentu saja tak mencukupi kebutuhannya serta ketiga anak perempuannya. 

Karena itulah, untuk menunjang kebutuhan harian, Yitno mengaku hanya mengandalkan belas kasih dari saudara dan tetangga di sekitar rumahnya, yang dengan ikhlas memberikan bantuan. Sebelum mengalami musibah ditinggal sang istri, Yitno pernah bekerja di sebuah pabrik kayu, sebagai seorang teknisi mesin hingga akhir tahun 2017.

"Kondisi mata saya yang tidak bisa lagi melihat dengan sempurna memaksa saya untuk mengundurkan diri dari pekerjaan di pabrik kayu. Saya hanya bisa berharap ada pihak yang peduli terhadap kondisi saya beserta ketiga anak saya yang menderita keterbalakangan mental," harapnya.

Aktivis sosial, Agus Purnomo akan berupaya untuk mencarikan bantuan ke pihak-pihak terkait. Seperti pendamping medis dari psikolog untuk menyembuhkan luka traumatis anaknya, yang sekarang lebih memilih mengurung diri di rumah. Selain itu, Agus juga akan meminta kepada Dinas Sosial dan Pemberdayaan Desa Kabupaten Wonosobo untuk memasukkan keluarga Suyitno ke daftar penerima bantuan sosial berkala.

"Karena pak Yitno ini secara usia juga sudah tergolong lanjut ditambah ia juga mengalami rabun sehingga tidak mampu bekerja maka selayaknya diberikan dana asistensi sosial," bebernya.

Sama halnya, koordinator TKSK Kabupaten Wonosobo Tri Purwanto juga mengakui selama ini keluarga Suyitno belum memperoleh dana asistensi sosial dari instansi pemerintah.

"Semoga untuk tahun ini bisa kami usulkan agar mulai tahun depan atau pada akhir tahun mendatang sudah bisa menerima bantuan dana sosial untuk mendukung kehidupan keluarganya," tandasnya.