Kucuran Dana Desa Tahap I Cair, Pemkab Wonosobo Terima Rp 36,8 Miliar
Pemerintahan

Kucuran Dana Desa Tahap I Cair, Pemkab Wonosobo Terima Rp 36,8 Miliar

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Dana Desa tahap I senilai Rp 36,8 miliar masuk ke rekening kas daerah Kabupaten Wonosobo. Pencairan dana itu merupakan tahap pertama atau 20 persen dari total alokasi Rp 184,4 miliar pada 2018.

Kepastian perihal cairnya Dana Desa Tahap I tersebut diungkap melalui rilis Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Wonosobo, Minggu (11/03/2018). Kepala Bagian Pemerintahan, Tono Prihatono melalui Kasubbag Aset dan Keuangan Desa, Aldhiana Kusumawati menyebut pihaknya telah menerima kabar tersebut dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Banjarnegara.

Skema perhitungan dana desa tahun 2018, diakui Aldhiana berubah dari tahun sebelumnya, tetapi tetap menggunakan formula alokasi dana ditambah alokasi afirmasi dengan pendekatan melihat desa sangat tertinggal dan desa tertinggal.

"Kemudian juga mempunyai jumlah penduduk miskin plus aplikasi formula dengan melihat variabel jumlah penduduk dan luas wilayah," lanjutnya.

Dijelaskan pula, cash for work sebagai skema baru pengalokasian Dana Desa 2018 bertujuan penyerapan tenaga kerja setempat yang akan mendapat upah harian atau mingguan dari program kegiatan yang sudah ditetapkan. 

"Material dan bahan baku diupayakan dari daerah setempat sehingga akan menumbuhkan ekonomi produktif di desa," ujarnya.

Fokusnya, dikatakan Aldhiana, adalah untuk pembangunan fisik seperti rehabilitasi sarana prasarana desa, perbaikan jalan desa, hingga perbaikan alur sungai dan irigasi. Tersalurnya Dana Desa tahap I di awal tahun ini, juga merupakan hasil koordinasi yang baik antara KPPN Banjarnegara dengan BPPKAD Kabupaten Wonosobo dan Bagian Pemerintahan Kabupaten Wonosobo.

"Harapannya agar mampu secepatnya mampu menggeliatkan kegiatan di desa," tuturnya.

Penyaluran dari rekening kas daerah ke rekening kas desa memerlukan prasyarat desa telah menetapkan APBDes, Peraturan Bupati terkait aturan pelaksanaan dan rincian dana desa tahun ini. Dia juga menegaskan, pembangunan yang direncanakan, dikelola, dan dilaksanakan oleh seluruh unsur yang ada di desa menjadi wujud impian warga desa.

"Apabila itu telah selesai, fokus yang tidak kalah penting yaitu kegiatan pemberdayaan produktif dengan menumbuhkan ekonomi kreatif di desa, mengoptimalkan Badan Usaha Milik Desa, geliat UMKM, dana bergulir maupun pembangunan desa wisata," tambahnya.

Tidak kalah penting Dana Desa harus dikawal, karena harus sesuai dengan tata kelola keuangan negara. Untuk Kabupaten Wonosobo, Bagian Pemerintahan Setda dikatakan Dina telah menerapkan prinsip transparansi dan akuntabel, karena alokasi Dana Desa kini telah dilaporkan secara terbuka melalui media website yang dapat diakses siapapun selama 24 jam.

"Pendampingan petugas dari Dinas atau Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa juga dilakukan terus menerus selama satu tahun, begitu juga dari lnspektorat Daerah akan melakukan audit atau pengawasan atas pertanggungjawaban penggunaan Dana Desa," tandasnya.