Meski Panen Melimpah, Petani Salak Pondoh Akui Merugi
Ekonomi

Meski Panen Melimpah, Petani Salak Pondoh Akui Merugi

Leksono,(wonosobo.sorot.co)--Hasil panen tanaman berlimpah ternyata tak selalu menguntungkan. Kondisi inilah yang dirasakan petani salak pondoh di Kecamatan Sukoharjo dan Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Harga salak pondoh terus merosot hingga 50 persen lebih.

Kecamatan Sukoharjo dan Leksono memang daerah penghasil salak pondoh di Wonosobo. Banyak petani di dua kecamatan tersebut yang menanam salak pondoh. Hasil panen salak yang lebih menjanjikan dan perawatan yang mudah menjadi alasannya. Namun, semua itu harus dibayar mahal. Panen berlimpah justru mendatangkan kesedihan. Harga salak di pasaran terus anjlok.

Merosotnya harga salak ini, membuat para petani salak pondoh mengeluh, tanpa bisa berbuat apa-apa. Hal ini diakui salah satu petani salak pondoh asal Desa Manggis, Kecamatan Leksono, Widiyono.

Menurutnya, sejak awal 2018 harga salak mulai tidak stabil, tertinggi di tingkat petani harga jual hanya di kisaran Rp 3 ribu per kilogram. Harga salak semakin rendah yakni sekitar Rp 1 ribu per kilogram.

"Harga salak biasanya stabil diharga Rp 5 ribu, tetapi sejak awal tahun 2018 mulai turun dan hingga sekarang harga salak antara seribu hingga Rp 2 ribu per kilogram," ujarnya, Minggu (11/03/2018).

Sementara itu, petani salah pondok asal Desa Kupangan, Kecamatan Sukoharjo, Slamet mengatakan, saat ini salak mulai masuk masa panen raya. Hasil panen saat ini cenderung sedikit busuk oleh tingginya curah hujan. Rendahnya harga salak musim ini membuat para petani rugi, karena tidak menutup biaya perawatan. 

"Tak sedikit petani membiarkan salak mereka busuk di kebun, karena hasil jual panenan tak menutup biaya pembelian pupuk dan perawatan," lanjutnya.

Ia menduga anjloknya harga salak pondoh kali ini merupakan dampak cuaca ekstrem dan kesalahan perawatan pasza panen oleh para petani.

"Saat ini minat beli konsumen terhadap buah salak menurun karena cepat busuk akibat tingginya kadar air hujan, di waktu yang sama banyak pilihan buah lain yang sedang panen raya," ungkapnya.