Keterbukaan Informasi Publik Buruk, Pemkab Wonosobo Cuma Dapat Nilai 36
Pemerintahan

Keterbukaan Informasi Publik Buruk, Pemkab Wonosobo Cuma Dapat Nilai 36

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Menurunnya kinerja pelayanan informasi publik di lingkup Pemkab Wonosobo selama kurun waktu 3 tahun terakhir menjadi perhatian serius semua pihak. Penurunan kinerja layanan informasi publik, seperti dijelaskan oleh Sekretaris Dinas Kominfo, Dwiyama SB memang tidak dapat dilepaskan dari bagaimana setiap OPD mengelola website resmi mereka.

"Hasil evaluasi pelayanan informasi publik oleh Komisi Informasi menyebutkan bahwa website resmi pemkab hanya memperoleh nilai 36 dari standar 100," ungkap Dwiyama saat rapat koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) lingkup OPD se-Kabupaten Wonosobo yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika di Ruang Mangunkusumo, Kamis (08/03/2018) kemarin.

Dari 40 website resmi OPD, Dwiyama mencatat hanya 80 persen saja yang aktif, sementara sisanya dalam kondisi yang tidak terawat. Hal itu masih ditambah dengan kurangnya upadate atau pemutakhiran konten website, dimana hanya 25 persen saja OPD yang memperbarui konten, dan hanya 5 persen yang memuat menu PPID. 

"Untuk pemanfaatan media sosial, hanya 25 persen OPD yang aktif di Facebook, 40 persen di Twitter, Instagram 30 persen, dan email sebanyak 75 persen," lanjutnya.

Dari segi kelengkapan layanan informasi, Dwiyama juga membeber perihal belum optimalnya aplikasi pendukung keterbukaan infomasi publik, dimana baru 1 persen saja yang saat ini memanfaatkan.

Lebih detail, Kepala Seksi Teknik Komunikasi Jaringan dan Persandian Dinas Kominfo, Wajiran juga mengungkap masih banyak OPD yang terkesan membiarkan website mereka mati suri.

"Data di Dinas Kominfo menyebut sepanjang Tahun 2017, website yang diperbarui konten dan berita hanya sebanyak 68 person, sementara di triwulan pertama 2018 ini baru 32 persen yang mengisi website dengan konten baru," terang Wajiran.

Padahal, menurutnya kriteria website yang baik tidak begitu rumit, karena hanya membutuhkan kualitas isi, layanan informasi publik, serta inovasi fitur pelengkapnya. Kepada setiap OPD maupun kecamatan, Diskominfo disebut Wajiran selalu siap untuk membantu menyempurnakan website, termasuk apabila dibutuhkan untuk memberikan pelatihan bagi administratornya.

"Silahkan datang langsung ke Diskominfo selama jam kerja, bagi siapa saja yang merasa memerlukan konsultasi terkait teknis website dan cara memutakhirkannya," pungkasnya.