Eksistensi Media Penyiaran Daerah Kian Tergerus
Komunitas

Eksistensi Media Penyiaran Daerah Kian Tergerus

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Pesatnya perkembangan teknologi yang tak terbendung kian menggerus eksistensi media penyiaran di daerah. Keberadaan radio sebagai media informasi yang biasa digunakan pada masa penjajahan dan kemerdekaan Indonesia, mulai tergeser dengan internet.

Direktur Operasional Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Pesona FM Wonosobo, Iman Ahmad Ihsanuddin menyebutkan, saat ini media massa di Indonesia juga mengalami perkembangan signifkan. Seperti halnya media televisi yang menyajikan informasi secara visual dan lebih update, serta media online yang bisa mengupdate informasi dalam hitungan detik saja.

"Harus kreatif untuk mempertahankan eksistensi lembaga penyiaran ini," terangnya, Rabu (28/02/2018).

Menurutnya, dulu radio sering digunakan masyarakat untuk mendengarkan lagu-lagu dengan cara request, kirim-kirim salam dan bernostalgia dengan tembang kenangan. Namun saat ini sudah berangsur turun, lantaran makin mudahnya masyarakat mengakses lagu-lagu melalui sarana internet. 

"Melalui internet, jutaan lagu bisa diunduh secara gratis. Sebetulnya cara-cara tersebut ilegal dan merugikan banyak pihak, termasuk pencipta lagu itu sendiri," bebernya.

Sebagai upaya memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menghargai karya orang, serta terus menggelorakan keberadaan lembaga penyiaran, pihaknya berupaya membuat terobosan program Satu Bulan Belajar Bersama Radio Pesona (SBBBRP) di Gedung Dinas Arpusda Kabupaten Wonosobo setiap Sabtu.

"Kami ingin berbagi ilmu penyiaran dasar dan public speaking kepada masyarakat," imbuhnya.

Pesona FM, ditegaskan Insane berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyiaran radio lokal milik Pemerintah Kabupaten Wonosobo tersebut. Pelatihan broadcasting telah dilaksakan sejak bulan Januari dan disambut positif masyarakat. Ini terbukti dengan penuhnya kuota yang telah disediakan panitia dalam pertemuan pertama, mencapai 30 peserta, dan bahkan membludak. Peserta bukan hanya dari Wonosobo, tetapi juga ada beberapa peserta mahasiswa dari luar daerah.

Materi yang disampaikan meliputi profil Radio Pesona FM, pelatihan dasar siaran, etika siaran, gestur tubuh saat bicara dikhalayak umum dan menghadapi karakteristik pendengar yang berbeda-beda. Dengan pelatihan tersebut diharapkan masyarakat, khususnya kaula muda bisa mengenal radio lebih dekat. Mengajak masyarakat lebih sering mendengarkan musik di radio, agar kebisaan buruk mengunduh lagu di internet bisa berkurang. Selain itu pelatihan ini sebagai wadah bagi siapa saja yang tertarik dengan dunia penyiaran radio.

"Tidak hanya melalui pemancar radio saja, tetapi sebenarnya kami telah membuka banyak kanal untuk memudahkan masyarakat mendengarkan LPPL Radio Pesona kami. Diantaranya streaming via internet, aktif di media sosial, membuat channel YouTube dan mencoba aktif di radio-video online seperti di Bigo Live beserta spoon. Bahkan kegiatan off air juga sering kami selenggarakan," pungkasnya.