Opak, Cemilan Khas yang Datangkan Berkah Ibu-ibu Desa
Kuliner

Opak, Cemilan Khas yang Datangkan Berkah Ibu-ibu Desa

Sapuran,(wonosobo.sorot.co)--Opak lidah merupakan makanan ringan yang berbentuk seperti lidah sejenis kerupuk yang tak asing lagi di telinga. Opak ini terbuat dari singkong asli yang diolah dengan bahan alami dan ditambah dengan daun kucai untuk menambah rasa sedap.

Opak disajikan dengan digoreng terlebih dahulu pada minyak yang panas. Cocok sebagai cemilan maupun untuk hidangan tamu. Rasa gurihnya sangat pas untuk teman menonton televisi. Campuran kucai dan bawang memberi aroma dan dominan rasa yang khas. Perajin opak di Wonosobo menikmati berkah ini.

Membuat opak menjadi mata utama pencaharian ibu-ibu di sebagian kawasan pedesaan Wonosobo, mereka membuat opak dengan cara tradisional. Salah satu usaha rumahan tersebut dilakukan ratusan perajin atau keluarga di Dusun Wadas, Desa Bogoran, Kecamatan Sapuran.

Tiap keluarga rata-rata bisa memproduksi sekitar 5-10 Kg opak kering. Tiap Kg opak membutuhkan bahan baku singkong 3 Kg. Sehingga produksi opak tiap hari memerlukan singkong mentah sampai beberapa ton.

Salah satu perajin opak, Sri Handayani mengatakan, rata-rata setiap harinya ia membuat 5 Kg opak kering. Tiap Kg opak kering membutuhkan 3 Kg singkong mentah jadi setiap harinya ia biasa menghabiskan sekitar 15 Kg singkong mentah.

"Membuat opak tidaklah sulit. Singkong mentah yang telah dikupas, lalu direbus. Selanjutnya setelah matang, singkong ditumbuk halus dan diberi bumbu sesuai selera rasa yang diinginkan. Kemudian, dipres secara tradisional dan dicetak oval seperti lidah dan dijemur. Dalam sehari saya biasa membuat 5 hingga 10 Kg opak kering," ungkapnya, Senin (22/01/2018).

Ia menambahkan, para perajin opak pada umumnya belum menyiapkan kemasan khusus untuk opak produksinya. Penjualannya diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing pembeli atau pengepul. 

"Kalau sudah kering nanti dijual langsung ke pengepul dengan harga sekitar 9 ribu hingga 13 ribu tergantung kualitas opak," tambahnya.

Dikatakannya, menjadi perajin opak bisa membantu suami untuk mencari nafkah, karena diakuinya pada jaman sekarang tidak mudah mencari pekerjaan apalagi hidup di desa.

"Lumayanlah bisa buat belanja dan jajan anak-anak, singkong mentah dijual langsung paling harganya 1 ribu per Kg, misalnya dibuat opak sehari bisa dapat 50 ribu kalau membuat 5 Kg opak," pungkasnya.