Menikmati Cenil, Kuliner Khas yang Mulai Jarang Ditemui
Kuliner

Menikmati Cenil, Kuliner Khas yang Mulai Jarang Ditemui

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Cenil merupakan jajanan tradisional yang mungkin kini telah jarang ditemui. Penjaja cenil yang biasanya telah berusia sepuh dan tergerus zaman karena pesatnya tekonologi yang menjadikan jajanan tradisional ini tersisihkan. Cenil biasa dijajakan bersama lupis dan grontol.

Teksturnya yang kenyal ditambah dengan perpaduan gurih dari kepala parut dan manisnya gula aren yang dibubuhkan di atas cenil membuat siapapun pasti mengingat makanan satu ini terutama saat mengunjungi Wonosobo. Tampilannya yang berwarna, merah muda, hijau, dan putih juga menambah daya tarik tersendiri.

Cenil ini biasa dijual dengan cara disunggi oleh penjualnya. Para penjual cenil ini biasanya tidak memiliki tempat yang menetap untuk berjualan, mereka akan berkeliling. Sering kali bisa ditemui di Alun-alun Wonosobo saat siang hari. 

Cenil juga ada di daerah lain seperti Yogyakarta akan tetapi, terdapat perbedaan yang mungkin cukup mendasar. Jika di Yogyakarta, cenil biasanya tidak dijual bersama grontol dan juga lupis. Selain, itu teksturnya pun cukup berbeda. Cenil yang ada di Wonosobo kenyal sehingga kerap disebut cenal-cenul, sedangkan di Yogya teksturnya agak keras.

Salah satu penjual cenil yang ditemui di Alun-alun Wonosobo, Sumiyati (58) berujar jika dirinya sudah berjualan cenil puluhan tahun. Dia biasa berjalan kaki mengelilingi kota Wonosobo setiap harinya untuk menjajakan cenil buatannya.

"Ya sudah lama saya berjualan cenil, satu porsi cenil beserta lupis saya jual Rp 5 ribu," ungkapnya, Rabu (03/12/2017).

Sementara itu, Fatoni salah satu pembeli cenil mengatakan ia sengaja membeli cenil di Alun-alun Wonosobo sembari menunggu hujan reda. Ia mengakui biasa membeli cenil kalau sedang bersantai di Alun-alun Wonosobo. 

"Biasa saya membeli cenil apalagi jika hujan seperti ini, sambil menunggu hujan reda sangat nikmat rasanya jika menikmati manisnya cenil bersama segelas kopi panas," bebernya.